Tulis & Tekan Enter
Logo
images

4 TIPS KETIKA KAMU TERJEBAK QUARTER LIFE CRISIS

Penulis: Nurul Fadhillah S.

Quarter Life Crisis (QLC) merupakan istilah psikologis, yang sesuai namanya, diartikan sebagai krisis seperempat abad yang merujuk pada keadaan emosional seseorang yang biasanya dialami pada usia 20 hingga 30 tahun. Keadaan emosional ini ditandai dengan kekhawatiran, keraguan pada kemampuan diri sendiri, atau kebingungan menentukan tujuan hidup.

Nah ternyata, Unifers, tidak hanya mereka yang sudah bekerja saja yang mengalami QLC ini, tapi juga mahasiswa. Apalagi ketika sudah menjelang wisuda. Kamu yang belum pernah merasakan wisuda atau yang baru tahun pertama kuliah, coba deh tanya sama teman-temanmu yang sebentar lagi lulus. Apa yang mereka rasakan?

Banyak dari mereka mungkin akan bilang mereka senang, tapi juga bingung setelah lulus mau ngapain. Beberapa orang lagi biasanya sudah punya ancang-ancang untuk mendaftar kerja, beasiswa, atau lanjut kuliah di luar kota. Beruntunglah jika kamu belum merasakan QLC ini. Tapi sebagai panduan, berikut kami berikan tips yang bisa kamu lakukan saat terjebak QLC ini.

1. Kenali Dirimu Dulu

Hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah mengenali dirimu ketika menghadapi masalah. QLC ini sebenarnya adalah masalah, jadi ketika ia datang, kamu sedang bermasalah dengan dirimu sendiri. Masalah ini tidak datang dari siapa pun, bukan orang lain yang membawakanmu masalah. Bukan orang lain yang memintamu membandingkan hidupmu dengan hidup mereka, bukan?

Jadi jalan keluar yang sebaiknya kamu ambil adalah kamu harus mengenali dirimu saat sudah masuk dalam lingkaran masalah ini. Artinya, kalau kamu sudah mengenal bagaimana dirimu ketika sedang berada dalam masalah, setidaknya kamu sudah berhasil memahami dirimu.

Saat QLC ini datang, apa yang kamu risaukan dan apa yang dirisaukan oleh orang lain itu berbeda. Maka berhentilah membanding-bandingkannya. Sebab besar atau kecilnya QLC ini sebagai masalah, tergantung dari bagaimana caramu menyadari dan melihatnya.

2. Kalau Kamu Sudah Mengenali Dirimu, Saatnya Ambil Langkah Taktis

Langkah taktis yang dimaksudkan di sini adalah sejumlah tindakan untuk mengurangi ketidaknyamananmu terhadap sesuatu. Biasanya, ketika kamu sedang berada dalam QLC, kamu mungkin cenderung menjadi lebih sering membandingkan diri dan pencapaianmu dengan orang lain. Paling maksimalnya sih kamu bahkan akan mempertanyakan eksistensimu hidup di dunia.

Unifers, sekarang coba jawab. Apa yang sering kamu lakukan sampai pemikiran-pemikiran untuk membandingkan dirimu tadi muncul? Kalau jawabannya adalah karena kamu sering melihat hidup orang lain di media sosial, maka langkah yang bisa kamu ambil secepatnya adalah hide atau mute story atau post orang-orang yang selalu kamu jadikan sebagai pembandingmu itu. Jika itu belum membantumu, maka cobat rehat sejenak dari media sosial.

Sementara itu, apabila yang membuatmu risau tidak datang dari media baru seperti media sosial, tapi datang dari lingkungan sosialmu, misalnya dari lingkungan pergaulan, maka cobalah untuk menarik diri sejenak. Tidak apa-apa untuk tidak bergaul sementara dengan teman sepergaulanmu.

Terakhir, jika yang merisaukanmu datang dari lingkungan terdekatmu seperti keluarga, cobalah untuk terbuka bercerita sama salah satu anggota keluarga yang paling dekat denganmu dan yang paling kamu percaya. Namun, jika saran ini buntu karena ketika berbicara dengan mereka kamu seperti berbicara dengan batu, alias kamu tahu ini tidak akan berguna karena mereka juga tetap kekeuh, maka kamu sepertinya harus bersikap bodo amat. Sulit, tapi bukan tidak mungkin.

3. Temukan Potensimu

Kecenderungan orang-orang yang membandingkan dirinya dengan orang lain biasanya dilatarbelakangi oleh ketidaktahuannya akan potensi yang dimiliki. Kalau kamu sudah mengambil langkah taktis seperti di poin sebelumnya, kamu seharusnya sudah punya banyak waktu untuk dirimu sendiri. Waktu tersebut bisa kamu gunakan untuk menggali dan mencari tahu potensi yang selama ini mungkin belum kamu temukan atau lebih sering kamu abaikan.

Cara termudah menemukan potensi itu bisa kamu mulai dengan melakukan hal-hal yang kamu senangi. Misalnya, kamu senang menulis cerpen lalu selama ini kamu selalu insecure dengan tulisan-tulisan orang yang bagus atau cerita-cerita orang terdekatmu tentang tulisan-tulisan yang lebih bagus dari punyamu. Nah, sekarang, cobalah untuk kembali melihat tulisan-tulisan lamamu, barangkali kamu bisa mengembangkan ceritamu lebih baik lagi. Selain itu, paksa sedikit dirimu. Mengobrollah dengan orang. Kamu tidak pernah tahu kapan kamu akan mendapatkan pandangan baru yang bisa jadi menginspirasimu menuliskan atau melakukan sesuatu.

4. Hadapi dengan Berani

Terakhir, saat kamu memasuki QLC, itu artinya kamu sudah mulai berpikir dewasa. Sebab kamu sudah mulai mempertanyakan dirimu, masa depanmu, dan apa yang bisa kamu lakukan. Kamu tidak bisa terus menerus untuk tidak mengakui, bersembunyi, atau lari dari QLC ini. Karena semua orang, setidaknya satu kali dalam hidupnya pasti merasakan QLC.

Pahamilah jika ini sangat natural. Pesan kami, hadapi dan jadilah berani untuk hidup yang sudah sejauh ini kamu perjuangkan. Selamat mencoba!


TAG

Tinggalkan Komentar