APA PENTINGNYA PUNYA IPK TINGGI SAAT BERKULIAH

...

Penulis: Nurul Fadhillah S.

Indeks Prestasi Kumulatif atau yang biasa disingkat dengan IPK merupakan satuan ukuran kemampuan mahasiswa sampai pada periode tertentu. Proses penghitungannya didasarkan dihitung berdasarkan jumlah SKS (Satuan Kredit Semester) setiap mata kuliah yang telah ditempuh. Bagi banyak mahasiswa yang bergabung di organisasi, memiliki IPK tinggi dianggap tidak terlalu penting. Apalagi hari ini banyak sekali artikel di luar sana yang mengatakan IPK tidak akan berguna dalam dunia kerja. Pertanyaannya adalah, apakah memang kenyataannya seperti itu?

Tentu tidak ada yang salah dengan memiliki IPK tinggi. Ketika kamu sudah berjuang mati-matian mendapatkan nilai yang baik dalam satu semester, percayalah semua itu tetap ada gunanya. Maka dari itu, untuk memantapkan langkahmu memiliki IPK tinggi, kami bakalan membahas beberapa poin yang bisa menjadi pertimbanganmu untuk berusaha meningkatkan IPK. Jangan lupa dibaca sampai selesai ya.

1. Mendapatkan Kesempatan Mengikuti Pertukaran Mahasiswa

Saat menjadi mahasiswa, kamu akan mendengar banyak sekali kesempatan untuk mengikuti pertukaran mahasiswa di beberapa kampus dalam maupun luar negeri. Pada umumnya, tahapan pertama yang harus kamu ikuti adalah lolos berkas administrasi. Sementara untuk lolos administrasi tersebut, kamu wajib memiliki IPK sesuai standar penyelenggara. Biasanya berkisaran 3,50 dan artinya, IPK yang tinggi (jika kita sepakat 3,50 itu tinggi) akan mengantarkanmu setidaknya lolos tahap pertama dari pertukaran mahasiswa ini.

Mengikuti pertukaran mahasiswa akan memberimu banyak sekali pengalaman baru. Bertemu dengan orang-orang yang berbeda latar belakang pendidikan, suku, ras, agama, hingga budaya, bertemu dengan mereka yang ternyata ilmunya segudang lebih banyak darimu, dan memberikanmu kesempatan untuk keluar dari zona nyaman dan berani mencoba hal-hal menantang. Jadi jangan salah, IPK yang tinggi tetap dibutuhkan loh!

2. Mendapatkan Beasiswa 

Kalau kamu tipikal orang yang senang belajar dan menyukai jurusan yang sedang kamu tempati saat ini di bangku kuliah, kamu pasti memiliki keinginan untuk melanjutkan studi ke ke jenjang selanjutnya. Nah, memiliki IPK tinggi adalah salah satu jalanmu memperoleh dana beasiswa dari kementerian atau perusahaan-perusahaan tertentu.

Misalnya lulus S-1 jurusan Ilmu Komunikasi Unifa, kamu ingin melanjutkan studi ke Ilmu Komunikasi di Universitas Gadjah Mada misalnya dengan mengambil konsentrasi Kajian Media dan Budaya demi memahami lebih lanjut kerja-kerja media selama ini. Nah, kamu bisa sekali mendaftar beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) yang dinaungi oleh Kementerian Keuangan, untuk mengapai cita-citamu ini. Tentu saja kamu harus melengkapi berkas lainnya. Tetapi salah satu keuntunganmu ketika memiliki IPK tinggi adalah, setidaknya penyeleksi akan menjadikan itu sebagai poin utama penelitian mereka. 

Kalau tidak lulus LPDP gimana? Kamu tetap bisa mendaftar BU (Beasiswa Unggulan) yang dibawahi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kok setelah menjalani 1 hingga 2 semester perkuliahan di UGM. Tetapi ingat, IPK mu harus bagus biar bisa dilirik. Tenang, uang pribadimu yang untuk semester lalu akan diganti secara penuh oleh BU, plus uang saku bulanan dan uang buku pertahunmu. Menyenangkan, bukan? 

3. Memenuhi Syarat Awal Lolos Berkas Pada Banyak Perusahaan dan Calon Pegawai Negeri Sipil

IPK yang tinggi juga akan memuluskan jalanmu bekerja di perusahaan impian. Meskipun tidak bisa dipungki kalau soft and hard skills are important, tapi IPK serta kredbilitas kampus pun menjadi perhatian yang serius bagi penyeleksi kerja. Kami bisa memberikanmu contoh nyata. Misal, di perusahaan A ada seorang pelamar dengan hard and soft skills yang sama dengan yang kamu miliki. Persis sama, namun yang membedakannya adalah kamu lulusan Universitas Fajar dengan IPK 3,80 dan dia dari universitas yang jarang namanya terdengar dengan IPK 3,50. Kamu sudah bisa memprediksi bukan, siapa yang akan diterima?

Hal ini juga berlaku kalau kamu ingin mendaftar menjadi salah satu PNS atau Pegawai Negeri Sipil. Hal pertama yang harus kamu ketahui adalah IPK minimal yang instansi kamu inginkan. Apabila kamu tidak memenuhi ini, sudah dapat dipastikan kamu tidak bisa melangkah ke berkas-berkas yang lain. 

Tidak hanya pekerjaan di perusahaan atau di sebuah instansi tertentu, dengan IPK tinggi kamu juga akan dilirik oleh klien ketika kamu mendaftar menjadi freelance di sebuah platform. Sebab hal pertama yang akan dilihat oleh klien tentu saja kredibilitas kampus si freelancer dan IPK-nya. Baru kemudian melihat portofolio yang disajikan di akun freelancer. Kalau ini tidak menarik buat klien, kamu akan ditinggalkan begitu saja dan melayanglah proyek yang harusnya bisa buatmu. 

Jadi sudah cukup jelas, kan mengapa memiliki IPK tinggi itu juga penting? Tentu saja hal ini harus diimbangi dengan kemampuan lain ya. Setidaknya, IPK tinggi bisa membuat orang tertarik dengan profilmu, apalagi jika kamu memilih berkuliah di kampus-kampus dengan kredibilitas tinggi buat masyarakat, misalnya Universitas Fajar. Karena Universitas Fajar sendiri terbukti menjadi kampus swasta terbaik di Kota Makassar yang lulusannya rata-rata langsung bekerja. Yuk ke UNIFA! 

Leave Comment

@UniVfajar

Press ESC to close