Tulis & Tekan Enter
Logo
images

Kedaulatan Komunikasi: Jembatan Budaya Lokal di Era Globalisasi

Penulis: Amalia Zul Hilmi, S.Sos., M.I.K

Globalisasi: Media Baru dan Perubahan Budaya Pada Masyarakat

            Gelombang perubahan yang saat ini terjadi merupakan akibat dari globalisme yang telah berpenetrasi ke berbagai sendi kehidupan masyarakat. Salah satu ideologi global yang saat ini lambat laun menjalar di masyarakat ialah perubahan persepsi mengenai produk, nilai, dan budaya global sebagai sesuatu yang “modern” dan berbondong-bondong meninggalkan budaya lokal yang diberi label “tradisional”.

 Selain itu, dalam banyak hal seringkali sesuatu yang bersifat lokal cenderung dianggap sebagai penghalang dari modernisasi, dimana globalisasi dan modernisasi adalah sebuah proses yang bergerak ke depan. Akibatnya, orang yang berusaha atau tetap mempertahankan lokalisme ikut diberikan cap sebagai seseorang yang tidak mau maju dan tidak bisa menerima perubahan.

Timbulnya persepsi ini tidak lepas dari peranan teknologi komunikasi khususnya media baru yang ikut berkembang seiring dengan derasnya arus globalisasi. Pesatnya perkembangan teknologi komunikasi dan media baru membawa masyarakat berlomba-lomba untuk memanfaatkannya. Namun ironisnya secara tidak sadar justru masyarakat sendirilah yang sedang dimanfaatkan oleh media baru tersebut. Sesuai dengan hakikatnya, sebuah media memiliki kekuatan untuk menanamkan nilai kepada penggunanya. Melalui media baru yang dijadikan alat untuk merubah persepsi masyarakat mengenai sebuah budaya atau nilai-nilai oleh pihak luar dari negeri ini.

Salah satu contoh media baru sebagai agen perubahan budaya di masyarakat ialah banyaknya hal-hal berbau asing yang dikonsumsi oleh masyarakat. Iklan, film, buku, bahkan musik yang bersifat internasional mulai digandrungi oleh masyarakat dan secara tidak langsung mematikan rasa dan nilai-nilai dari budaya lokal sendiri.

            Dalam sangkut paut budaya, masyarakat Indonesia diibaratkan sebagai suatu komunitas yang tengah membangun kehidupan. Lokalitas adalah penentu kebersatuan antara budaya yang satu dengan yang lainnya dimana budaya-budaya tersebut tengah berkembang. Namun sekali lagi, sayangnya sesuai dengan realita yang ada dimana lokalitas hanya dianggap sebagai sesuatu yang klise. Bahkan secara ekstrim, lokalitas sendiri seakan sudah masuk kedalam zona abu-abu.

Kedaulatan Komunikasi: Jembatan Budaya Lokal di Era Globalisasi

            Globalisasi dalam kebudayaan dapat berkembang dengan cepat, hal ini tentu tidak lepas dari pengaruh kecepatan dan kemudahan dalam memperoleh dan mengakses informasi dan berkomunikasi. Namun sayangnya pada saat bersamaan ditengah kemudahan yang ditawarkan, hal tersebut malah menjadi masalah tersendiri. Nyatanya dalam perkembangannya negara-negara majulah yang lebih banyak memberikan pengaruh kepada masyarakat dunia dan bukanlah negara berkembang seperti Indonesia. Wacana globalisasi sebagai sebuah proses ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga ia mampu mengubah dunia secara mendasar. Komunikasi dan transportasi internasional juga telah menghilangkan batas-batas budaya dari setiap negara.

Ditengah kompleksnya pengikisan budaya lokal, sudah seharusnya kedaulatan komunikasi ditegakkan. Kedaulatan komunikasi sudah seharusnya menjadi jembatan bagi budaya lokal ditengah arus globalisasi hari ini. Salah satu aksi nyata yang bisa dilakukan untuk menguatkan jembatan ini ialah dengan membuat konten-konten siaran lokal pada media-media baru. Dan mulai menanamkan budaya lokal kepada generasi saat ini.

Tidak hanya dengan membuat konten-konten siaran lokal, mulai berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia, menggunakan produk-produk lokal dalam kehidupan sehari-hari juga merupakan usaha untuk menjembatani budaya lokal ditengah globalisasi saat ini dan secara tidak langsung juga diharapkan bisa membuat masyarakat kembali bangga dengan budayanya sendiri tanpa takut diberikan label “tradisional” oleh orang lain.


TAG

Tinggalkan Komentar