Tulis & Tekan Enter
Logo
images

( gambar : http://accurate.id )

KONDISI PASAR MODAL DI INDONESIA SAAT PANDEMI COVID-19

Penulis: Nurul Fadhillah S.

Hari ini bertepatan dengan Hari Pasar Modal Indonesia. Tepat 69 tahun yang lalu, Indonesia berada di bawah pemerintahan Presiden Soekarno, Bursa Efek Indonesia (saat itu masih bernam Bursa Efek Jakarta) untuk pertama klainya dibuka setelah kemerdekaan Republik Indonesia. Nama yang saat itu didengungkan adalah Perserikatan Perdagangan Uang dan Efek dengan beranggotakan bank negara, bank swasta, dan para pialang efek.

Martalena dan Malinda (2012, p. 02) dalam tulisannya, menerangkan pasar modal sebagai pasar untuk berbagi instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik surat utang, ekuitas, reksadana, maupun instrumen derivatif atau instrumen lainnya. Sementara ahli lain seperti Tandaellin (2001, p. 07) melihatnya sebagai sistem keuangan yang terorganisir, termasuk bank-bank komersial dan sema perantara dalam bidang keuangan dan surat berharga.

Nah, pasar modal ini juga memiliki beberapa jenis seperti yang dituliskan oleh Sunariyah (2011, p. 12). Pertama, ada pasar perdana atau Primary Market. Pasar ini merupakan penawaran saham oleh emiten yang dilakukan sebelum diperdagangkan di pasar sekunder. Kedua, pasar sekunder atau Secondary Market. Pasar ini merupakan perdagangan saham yang telah melewati masa penawaran pada pasar perdana. Ketiga, pasar ketiga atau Third Market. Pasar ini merupakan tempat perdagangan saham di luar bursa, dikoordinir oleh Perserikatan Perdagangan Uang dan Efek yang diawasi dan dibina oleh lembaga keuangan. Keempat, pasar keempat atau Fourth Market. Pasar yang bentuk perdagangan efeknya antara pemegang saham atau proses pemindahan saham antara pemegang saham yang biasanya dalam nominal besar.

Kalau kamu menengok sedikit ke belakang, kondisi pasar modal di Indonesia pernah sangat sehat. Namun datangnya pandemi ke Indonesia benar-benar meluluhlantahkan segalanya, tidak hanya pada ranah kesehatan masyarakat, tetapi juga ekonomi negara. Virus yang dikatakan berasal dari China ini membuat banyak perusahaan kecil, menengah, maupun besar di Indonesia terpaksa gulung tikar untuk sementara. Seakan tidak puas dengan menyerang perusahaan saja, COVID-19 juga membuat ribuan tempat usaha makanan dan minuman “dipaksa” untuk tutup.

World Health Organization sebelumnya telah menerapkan status gawat darurat global untuk wabah virus ini. Apa yang paling ditakutkan adalah, setelah virus ini beranjak pergi, kondisi perekonomian di Indonesia akan sangat tertatih untuk bangkit kembali. Secara global, ekonomi pada awal 2020 ini memang telah menunjukkan gejala penurunan yang dimulai dengan penurunan pertumbuhan ekonomi di negara-negara maju dan menjalar ke negara berkembang. Gejala penurunan pun semakin diperparah dengan adanya COVID-19 pada banyak negara. Akhirnya menurut pencatatan yang dilakukan World Trade Organization (WTO), 80 negara telah menerapkan pembatasan ekspor.

Pandemi COVID-19 dikatakan memengaruhi perekonomian Indonesia karena dalam pengurangan penyebaran virus, sejumlah negara menerapkan isolasi di beberapa kota yang mereka memiliki. Kota yang dimaksud merupakan kota dengan positif terinfeksi virus, misalnya Indonesia. Kalau kamu ingat, pada awal 2020 kemarin, masyarakat di banyak daerah bahkan mulai memalang lingkungan tempat tinggal mereka. Bermunculanlah banyak gambar-gambar lucu bagaimana warga melarang orang di luar lingkungan mereka untuk melintas.

Pada perjalanannya, pemerintah Indonesia tidak tinggal diam. Menyikapi pertumbuhan ekonomi yang tetap tertatih di tengah krisis akibat pandemi, dikeluarkanlah stimulus yang terangkum dalam 3 stimulus fiskal, non fiskal, dan sektor ekonomi. Ketiga stimulus ini (dikutip dari Kumparan) berkaitan dengan kebutuhan masyarakat dalam bidang usaha, bisnis, pajak, dan sebagainya.

Bahasan soal pasar modal akan lebih menarik kalau kamu memahami dasar ilmunya. Nah, di Universitas Fajar kamu bisa memilih jurusan yang berkenaan dengan bahasan ini, yaitu Manajemen dan Akuntansi. Jangan khawatir, staf pengajar kedua jurusan ini merupakan orang-orang yang sangat berpengalaman di bidangnya. Setengah dari mereka bahkan telah terakreditasi profesi. Jadi jangan ragu lagi mendaftar di Universitas Fajar. Kami tunggu kamu di kampus ya!


TAG

Tinggalkan Komentar