LAKUKAN 5 HAL INI AGAR KAMU MUDAH DIINGAT

...

Penulis: Nurul Fadhillah S.

Ketika memasuki dunia perkuliahan, kamu mungkin akan dikagetkan dengan berbagai hal yang berada di luar kebiasaanmu. Di bangku perkuliahan, kamu akan bertemu dengan orang-orang baru yang berasal dari berbagai macam latar belakang daerah, suku, agama, dan tentu saja kepribadian. Belum lagi kamu harus segera beradaptasi dengan lingkungan kampus yang baru, serta sedikit mencari tahu karakter dosen-dosen yang kamu hadapi.

Unifers, sebagai mahasiswa baru, akan sangat penting buatmu untuk bisa dikenal oleh orang-orang seperti apa adanya dirimu. Tapi sayangnya, beberapa orang memiliki short term memory yang membuat mereka tidak mampu mengingat kamu siapa, meski beberapa saat yang lalu kamu baru saja memperkenalkan diri.

Seperti yang dikutip dari Live Science lewat artikel Kompas.com, short term memory atau memori jangka pendek ini diartikan sebagai cara otak menyimpan sejumlah kecil informasi yang baru saja direkamnya. Ia hanya berupa informasi yang saat ini sedang dipikirkan atau disadari seseorang. Kondisi ini pun lumrah disebut sebagai memori primer atau memori aktif.

Dikenal oleh orang lain bisa membuatmu lebih percaya diri, Unifers. Maka dari itu, kami akan memberikanmu 5 tips yang bisa kamu terapkan ketika bertemu dengan orang atau berada pada lingkungan baru agar mereka bisa lebih mengingatmu lagi.

  1. Buat Nama Panggilan yang Mudah Diingat dan Dilafalkan

Semua orang tentu memiliki nama panggilan. Kadang ada orang yang nama aslinya siapa, nama panggilannya siapa, kan Unifers? Kalau kamu juga tipikal seperti itu, tidak jadi masalah. Kamu tinggal menyebutkan nama panggilan tersebut kepada teman barumu. Atau, kamu pun boleh mencoba menyebutkan semua nama panggilanmu yang biasa diberikan oleh orang lain. Mintalah teman barumu memilih untuk memanggilmu dengan nama yang mana.

  1. Ketika Memulai Percakapan, Tempatkanlah Dirimu Sederajat dengan Lawan Bicara

Mari kita mencoba menggunakan istilah komunikasi di sini dengan menyebut pengirim pesan sebagai komunikator dan penerima pesan sebagai komunikan. Sebenarnya ada banyak istilah lain untuk komunikator seperti yang ditulis dalam artikel Kemenkeu.go.id. Misalnya, speaker, sender, atau encoder.

Ketika bertemu dengan orang baru, cobalah untuk menempatkan dirimu sederajat dengan lawan bicaramu, Unifers. Entah ketika kamu yang menjadi komunikator atau komunikan, atau kamu bertukar peran dengan lawan bicaramu. Memposisikan dirimu dengan cara seperti itu akan memberi kesan bahwa kamu tidak sombong dan siap menerima semua tanggapan dari lawan bicaramu meski kadang perspektif kalian berbeda ketika membahas soal topik tertentu.

  1. Tunjukkan Ketertarikanmu Pada Topik Pembicaraan

Bertemu dengan orang baru berarti kamu siap membuka keran dalam kepalamu kepada orang lain dan ketika sudah hampir kosong, kamu berkenan mengisinya dengan hasil diskusimu bersama orang tersebut. Hal ketiga yang bisa kamu lakukan agar mudah diingat oleh orang lain adalah dengan menunjukkan ketertarikanmu akan topik yang sedang mereka bahas.

Jill Spiegel dalam bukunya yang berjudul How to Talk to Anyone about Anything! (2008, p. 98) menjelaskan bahwa ketika kamu berbicara dengan orang lain dan kamu terlihat tertarik dengan apa yang mereka bicarakan, kamu pun akan menjadi orang yang menarik di mata mereka. Kamu bisa menunjukkan ketertarikanmu dengan meresponnya, mengomentari ceritanya, atau sekadar mengangguk saja.

  1. Miliki Skill Mendengarkan

Ada banyak orang di muka bumi ini yang sibuk berbicara tanpa mau menjadi pendengar. Jika kamu tidak pernah lagi merasa didengarkan oleh orang lain ketika sedang berbicara, maka jadilah salah satunya. Menjadi pendengar ketika seseorang menceritakan isi pikirannya denganmu adalah poin keempat yang bisa kamu terapkan untuk mudah diingat oleh orang lain.

Kalau kata Psychologytoday.com sih, far better for you to listen first and talk second. Jadi biarkan lawan bicaramu menyelesaikan apa yang dikatakannya, lalu kamu dipersilakan mengomentari. Ingat, komentarilah apa yang baru saja dia bilang dan jangan sesekalinya mengomentari dengan membandingkan dirinya denganmu, atau sampai out of the topic.

  1. Pahami Kapan Saatnya Kamu Berhenti

Mengetahui batasan atau paham akan kapan kamu seharusnya berhenti berbicara dengan seseorang juga akan memberikan impresi yang baik dari lawan bicaramu. Memerhatikan situasi, kondisi, dan gerak-gerik lawan bicara menjadi penting dalam hal ini. Sebagaimana yang dituliskan dalam Beritasatu.com, setiap orang seharusnya bisa mengekspos diri mereka secukupnya agar lawan bicara memiliki perasaan ingin berkomunikasi dengannya lagi di lain waktu saking menariknya.

Jadi itulah tadi kelima tips yang bisa kamu lakukan, Unifers. Semoga ketika menerapkan ini, kamu menjadi lebih andal berkenalan dengan orang baru, tidak lagi kikuk ketika masuk dalam lingkungan yang asing, dan yang terpenting, agar kemampuan komunikasi interpersonalmu juga menjadi semakin baik. Selamat mencoba!

Referensi

Anonim. (2021). Berkomunikasi secara Efektif, Ciri Pribadi yang Berintegritas dan Penuh Semangat. Djkn.Kemenkeu.go.id, dilihat 2 Januari 2022, https://www.djkn.kemenkeu.go.id/artikel/baca/13988/Berkomunikasi-Secara-Efektif-Ciri-Pribadi-yang-Berintegritas-Dan-Penuh-Semangat.html

Ma, Lybi. (2011). 10 Tips to Talk About Anything with Anyone. Psychologytoday.com, dilihat 2 Januari 2022, https://www.psychologytoday.com/us/blog/fulfillment-any-age/201107/10-tips-talk-about-anything-anyone

Saptoyo, Rosi DA. (2021). Apa itu Short Memory Loss atau Hilang Ingatan Jangka Pendek?. Kompas.com, dilihat 2 Januari 2022, https://www.kompas.com/tren/read/2021/03/28/090500465/apa-itu-short-memory-loss-atau-hilang-ingatan-jangka-pendek-?page=all.

Spiegel, Jill. (2008). How to Talk to Anyone About Anything!. Goal Getters; First Edition.

WEB. (2011). 8 Cara Diingat Orang. Beritasatu.com, dilihat 2 Januari 2022, https://www.beritasatu.com/archive/14709/8-cara-diingat-orang.

Leave Comment

@UniVfajar

Press ESC to close