Tulis & Tekan Enter
Logo
images

MAU KE MANA SETELAH LULUS KULIAH

Penulis: Nurul Fadhillah S.

Unifers, biasanya kalau kamu jadi mahasiswa (apalagi kalau sudah semester akhir) permasalahan terbesar hanya seputar bagaimana caranya biar skripsi cepat selesai, bukan? Nah, kalau kamus udah melewati fase ini, kamu akan memasuki fase berikutnya. Fase di mana kamu sebentar lagi akan wisuda dan harus memikirkan, ke mana saya setelah ini?

Ada banyak pilihan di depan matamu. Saking banyaknya sampai kamu bingung harus memilih yang mana. Pada artikel kali ini, kami akan memberikanmu beberapa tawaran lengkap dengan alasan positif dan negatif jika kamu mengambil pilihan tersebut. Setelah membaca artikel ini, kami harap kamu bisa menentukan langkah ke depannya seperti apa, tentu dengan memahami konsekuensi yang akan kamu hadapi. Jadi pastikan kamu membaca artikel ini sampai selesai ya!

1. Melangkah ke Jenjang Pernikahan

Pilihan pertama ini datang apabila kamu sudah menemukan pasangan semasa kuliah dan berniat untuk melangkah ke jenjang selanjutnya, pernikahan. Sebenarnya ini juga tetap berlaku buat kamu yang sudah mau menikah meski tidak punya calon. Karena sekarang ada begitu banyak cara menemukan pasangan yang visi misinya sama, yaitu segera menikah tanpa berlama-lama berpacaran.

Orang-orang yang mengambil pilihan ini di latar belakangi dengan berbagai macam alasan. Pertama, sudah punya pasangan. Kedua, memang sudah mau menikah. Ketiga, memahami kapasitas diri bahwa tidak mungkin melanjutkan pendidikan lagi. Keempat, tidak mau bekerja.

Apapun alasannya, memilih untuk menikah setelah lulus kuliah juga punya positif negatifnya sendiri. Meski tentu saja indikator mengatakan hal ini positif dan negatif juga sangat subjektif. Tapi sedikit penjelasan umumnya adalah seperti ini.

Positifnya, kamu akan segera menghabiskan hidupmu dengan orang yang kamu sayang. Berbaring dan terbangun di sampingnya. Bersama pasanganmu, kamu akan menciptakan keluarga yang kalian berdua harapkan dapat harmonis. Bila kalian ingin memiliki anak, maka hari-harimu akan diwarnai dengan senyuman dan tertawa anak kecil. Kamu tidak perlu takut lagi akan mengakhiri hidup dengan sebatang kara tanpa keluarga dan buah hati.

Negatifnya (tentu sangat subjektif, kami tidak akan memaksamu untuk setuju tapi setidaknya kamu harus mengakui ini), kamu akan kekurangan waktu dengan dirimu sendiri sebab terlalu sibuk mengurusi pasangan dan anak-anak. Beberapa dari temanmu mungkin akan berkurang, apalagi jika banyak dari mereka yang belum menikah, sebab percayalah topik obrolanmu akan tergantikan.

2. Memilih Bekerja

Mau itu laki-laki atau perempuan, memilih untuk mencari kerja dan harapan segera bekerja demi menikmati gaji juga tidak memandang jenis kelamin. Banyak mahasiswa yang tujuan berkuliahnya adalah untuk bisa mendapatkan pekerjaan impian.

Ada pun latar belakangnya bekerja dibarengi dengan alasan berikut. Pertama, ingin merasakan gaji pertama dan jerih payah selama menempuh pendidikan di bangku kuliah. Kedua, ingin membeli barang dengan uang hasil kerja sendiri. Ketiga, ingin membanggakan orang tua dan membantu ekonomi keluarga. Keempat, sebagai pembuktian kepada diri sendiri dan orang lain.

Lanjut, nah dari beberapa alasan ini ada positif negatifnya juga tentu saja. Positifnya, kamu bisa punya penghasilan sendiri, membantu orang tua, membeli sesuatu yang kamu inginkan, membuktikan passion-mu bisa dibayar dan menghidupimu, menabung demi membeli barang-barang impian dan menabung demi masa depan yang cerah. Negatifnya, jika kamu tipikal orang yang “gila kerja”, kamu akan mulai mengabaikan hal-hal yang menurutmu tidak penting. Mulai dari percintaan, sesuatu remeh temeh seperti bertemu orang lain, bahkan hobimu yang selama ini terasa “menghidupimu”.

3. Memperoleh Beasiswa dan Melanjutkan Pendidikan di Luar atau di Dalam Negeri

Bagi Unifers yang suka belajar, melanjutkan pendidikan tentu hal yang sangat didamba. Apalagi jika ada sokongan dana beasiswa, entah dari swasta atau pemerintah.

Beberapa alasan yang mungkin melingkupi pilihan ini adalah sebagai berikut. Pertama, senang belajar. Kedua, ingin mendalami ilmu tertentu, entah yang sudah dipelajari di S-1 atau ingin menjamah ilmu lain yang ditertariki. Ketiga, berhasil lolos beasiswa dengan jumlah dana yang lumayan. Keempat, berkuliah di kampus atau negara impian.

Sementara itu, positifnya adalah tentu ada pengembangan ilmu yang lumayan. Masa depan terjamin bisa menjadi peneliti atau dosen setelah lulus S-2 bahkan S-3. Uang beasiswa yang didapatkan juga bisa dialokasikan untuk tabungan, membantu perekonomian orang tua, dan menunjang pendidikan. Sementara negatifnya, kalau terikat dengan beasiswa yang “meminta balas jasa” penerimanya, kamu harus melaksanakan kewajibanmu dulu. Kalau dapat beasiswa di kampus yang letaknya beda daerah denganmu bahkan beda negara, kamu harus menyesuaikan diri lagi. Ini sebenarnya tidak negatif, tapi hanya membutuhkan sedikit kerja kerasmu saja.

Kami di sini tentu saja tidak akan menghakimimu terkait keputusan apa yang akan kamu ambil, Unifers. Kami hanya memberikan beberapa perspektif. Kalau kamu memilih menjadi full time mom, tentu tidak ada yang salah. Kalau kamu kerja dan sekolah terus tanpa memikirkan menikah, juga tidak ada yang salah.

Ingat, tidak ada sesuatu yang salah kecuali memaksakan kehendak pada orang lain karena sudah merasa diri paling benar.


TAG

Tinggalkan Komentar