Tulis & Tekan Enter
Logo
images

MEMAHAMI TIGA CARA BERPIKIR YANG PENTING BUAT MAHASISWA: KRITIS, KREATIF, DAN STRATEGIS

Penulis: Nurul Fadhillah S.

Unifers, pernahkah kamu menemukan sebuah masalah dalam kelompokmu dan kalian harus mencarikan solusi secepatnya? Masalah adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari, tentu saja. Dan sebagai kelompok, pasti ada banyak sekali solusi yang hadir karena ada banyak kepala yang memikirkannya. Tapi ternyata, Unifers, sebenarnya ada beberapa cara berpikir yang harus kamu ketahui.

Pada artikel kali ini, kami akan menjabarkanmu tiga cara berpikir paling umum yang biasanya dimiliki oleh orang-orang. Cara berpikir ini tentu saja tidak lahir begitu saja. Ia dibentuk oleh banyak hal, mulai dari preferensi, pengalaman, dan cara seseorang melihat hidup.

Sebagai seorang mahasiswa, penting buat kamu memahami ketiga cara berpikir ini biar suatu saat ketika kamu dapat masalah dan ada banyak orang yang memberimu solusi, kamu bisa menjadi lebih terbuka menerima pendapat orang lain. Apalagi jika pendapat tersebut berbeda jauh dari pendapatmu dan cara berpikirmu. Berikut adalah penjabaran lebih lanjutnya. Pastikan membaca hingga selesai ya.

Berpikir Kritis

Berpikir kritis diartikan kurang lebih terkait kualitas informasi dan relevansinya dengan konteks. Contohnya, apakah sumber informasi ini kredibel? Apa sih definisi dari istilah ini? Apa konteks ketika pendapat ini dibuat?

Sederhananya, ketika ada masalah, misalnya kamu tidak ingin masuk di mata kuliah tertentu karena dosennya kejam, menurutmu. Kamu cerita nih ke sahabatmu. Terus kalau ada yang mulai nyeletuk, apakah definisimu soal kejam itu? Apakah kejam itu ketika dosen marah-marah karena kamu ndak pernah kerja tugas? Atau kejam itu kalau dosen melemparmu sama spidol? Atau kejam itu kalau dosen tidak pernah peduli kalau kau bertanya di kelas? Lagi pula apa alasan logismu tidak mau masuk kelas?

Biasanya orang yang cara berpikirnya kristis ditempa dari bacaan-bacaan soal sosial, manusia, hidup, dan bagaimana dunia hari ini bekerja. Jadi mereka akan banyak mengeritisi sesuatu. Ingat ya, Unifers. Kalau ada yang bilang sama kamu, alah bisanya mengeritik aja ngga bisa ngasih solusi, pahamilah kalau memberikan kritik itu juga bagian dari solusi. Ingat, solusi tidak selalu berbentuk jalan keluar. Jalan menuju jalan keluar itu pun bisa dikatakan sebagai solusi.

Berpikir Kreatif

Beda dengan berpikir kritis, kalau berpikir kreatif ini lebih menekankan pada bagaimana kita melihat sesuatu dengan perspektif yang berbeda. Tujuannya agar menghasilkan ide dan solusi baru dan segar.

Contoh sederhananya, kalau kamu tidak mau masuk kelas karena dosenmu kejam, sahabatmu yang berpikir kreatif bisa saja mengatakan, bagaimana kalau kamu masuk tapi duduk di belakang saja biar tidak terlalu nampak sama dosen, biar kamu tidak jengkel melihat dosennya, biar dosen tidak melihatmu dan memberimu pertanyaan, tapi kamu tetap dihitung hadir di kelas..

Mereka yang berpikir kreatif biasanya datang dari pemgalaman-pengalaman unik, orang-orang yang suka meloloskan diri dari sesuatu tanpa membahayakan dirinya, dan orang-orang yang mampu melihat peluang. Sesuatu yang jarang dipikirkan sama orang lain, apalagi ketika sudah buntu.

Berpikir Strategis

Terakhir, berpikir strategis. Kalau berpikir strategis ini orang-orangnya akan lebih mengutamakan pada pemahaman big picture (misi atau visi) dan bagaimana mencapai goals.

Sederhananya, kamu tidak mau masuk kelas karena dosenmu kejam. Mereka yang suka berpikir strategis dalam hal tersebut bisa saja menyarankanmu, iya ndak perlu masuk. Nanti saya yang ceklis namamu di daftar hadir. Tenang saja. Kamu bisa kabur dan tetap hadir di kelas.

Orang-orang yang berpikir semacam ini adalah mereka yang suka mencari solusi-solusi jitu, tetapi tentu saja dengan mengingat tujuan utama. Apa saja berpeluang dilakukan agar tujuannya tercapai.

Elaborasi Contoh Ketiga Cara Berpikir

Kalau masuk pada elaborasi, kita ambil contoh saja nih, Unifers. Misalnya, kamu dapat lokasi KKN di sebuah desa yang terisolir oleh sungai. Selama ini penduduk desa tersebut harus memutar jauh mengelilingi sungai jika ingin berdagang ke kota.

Mereka yang berpikir strategis, akan mengatakan, kita perlu meningkatkan pendapatan kampung sebesar 10% tahun depan, caranya adalah dengan membangun jembatan penyeberangan.

Mereka yang berpikir kritis mengatakan, kenapa harus membangun jembatan? Apa dampak positif dan negatifnya buat penduduk? Lebih besar yang mana? Apakah penduduk betul-betul menginginkan ini?

Mereka yang berpikir kreatif akan mengatakan, bagaimana kalau kita bikin perahu saja?

Jadi seperti itu ya, Unifers, beda cara berpikir ketiganya. Sebenarnya ada banyak lagi cara berpikir yang lain, tapi ini saja dulu sebagai pengantar. Biar besok-besok kalau kamu menemukan orang yang pemikirannya berbeda denganmu, kamu tidak kaget lagi. Semoga membantu!


TAG

Tinggalkan Komentar