Tulis & Tekan Enter
Logo
images

MENGENAL PERBUDAKAN MODERN: APA SENIOR JUNIOR DI KAMPUS JUGA TERMASUK

Penulis: Nurul Fadhillah S.

Pada artikel sebelumnya, kami sudah bilang kalau bulan ini dipenuhi dengan perayaan-perayaan yang penting nih, Unifers. Kalau kemarin kamu sudah baca soal hari kemanusiaan sedunia, hari diskriminasi agama, hingga hari mengenang korban terorisme, sekarang kita sampai pada hari mengenang perdagangan budak dan penghapusannya oleh UNESCO. Waduh, berat amat ya kalau kita ngomongin soal perdagangan budak. Tapi tunggu, perdagangan budak itu apa sih?

Perdagangan budak adalah praktik jual beli budak yang dulu kerap dilakukan oleh orang-orang berkuasa. Nah, tujuan dari International Day for the Rememberance of the Slave Trade and its Abolition ini adalah menyerukan pembentukan program penjangkauan untuk memobilisasi lembaga-lembaga pendidikan, masyarakat sipil, dan organisasi lain agar menanamkan kepada generasi mendatang penyebab, konsekuensi, dan pelajaran tentang perdagangan budak dan untuk mengomunikasikan rasisme dan prasangka.

Kalau kita mundur kembali mengingat sejarah, selama lebih dari 400 tahun sebanyak 15 juta pria, wanita, dan anak-anak menjadi korban dari perdagangan budak tragis, salah satu kejadian kelam dalam sejarah manusia. Terus kenapa sebagai mahasiswa kita perlu tahu soal perdagangan budak? Jawabannya sederhana. Biar kita tidak menjadi orang-orang yang memperbudak orang lain dan tidak terjerat pada praktik perbudakan semacam ini. Perbudakan zaman dulu memang sudah berlalu, tapi bukan berarti ini berhenti. Unifers, nyatanya, perbudakan-perbudakan modern telah terjadi hari ini.

Definisi Perbudakan Modern

Merujuk pada Wikipedia, perbudakan modern diartikan segala hal mengenai pengendalian terhadap objek atau orang lain dengan cara memaksa. Hal ini meliputi perbudakan itu sendiri, perdagangan manusia, pekerja paksa, pekerja dipaksa bekerja melunasi utang, dan perdagangan anak di bawah umur.

Contoh-Contoh Perbudakan Modern

Tidak jarang pasti kalian menonton sinetron di salah satu siaran televisi swasta yang menampilkan praktik-praktik perbudakan. Misalnya, seorang bapak yang dipaksa bekerja tanpa upah karena melunasi utang untuk biaya rumah sakit anaknya, seorang bapak yang menjual anak tirinya, atau seorang asisten rumah tangga yang dipaksa bekerja oleh majikannya tanpa diberikan upah sebagai bentuk balas jasa.

Sekarang kita lihat di dunia kerja. Tidak jarang perbudakan modern ini pun terlihat di sana. Kalau nanti setelah lulus kuliah kalian bekerja, misalnya, lalu tidak digaji oleh perusahaan karena misal pemilik perusahaan pernah meminjamkan utang pada kalian dan sebagai gantinya kalian harus bekerja lembur sesuai arahan pimpinan, itu bisa dikategorikan sebagai perbudakan.

Misalnya lagi, ada karyawan yang harus bekerja tanpa gaji yang setimpal dengan pekerjaannya. Pernah dengar istilah Karl Marx, “pembuat sepatu di pabrik bahkan tidak bisa membeli sepatu yang mereka buat karena upahnya tidak cukup” sebelumnya? Kira-kira seperti itu gambarannya.

Praktik-praktik inilah yang dicontohkan sebagai perbudakan modern, Unifers. Kalau mau lihat contoh yang lebih dekat di kampus, mari kita bahas pada bagian selanjutnya.

Senior Junior di Kampus: Apakah Perbudakan Modern Terselubung?

Istilah senior junior kerap kita dengungkan di kampus. Kalau ketemu mahasiswa yang lebih dahulu masuk sebelum kita, kita akan memanggilnya kak atau senior. Kadang ada pula mahasiswa junior yang ketika lewat di depan seniornya harus membungkukkan badan, tidak boleh menatap wajah senior, dan bahkan tidak boleh menginjak ubin karena ada tulisan daerah bebas junior.

Budak adalah golongan manusia yang dimiliki oleh tuannya, bekerja secara paksa tanpa diberi imbalan gaji. Kalau kamu pernah diminta oleh kakak seniormu untuk membelikannya rokok tanpa diberi uang atau kamu disuruh mengerjakan tugasnya di bawah tekanan dan kamu tidak nyaman dengan itu, kamu berarti sedang berada di bawah kendali kakak seniormu.

Kakak seniormu bertindak sebagai tuan dan kamu bertindak sebagai budaknya. Bukan, bukan perbudakan zaman dulu yang kamu bahkan tidak bisa makan sebelum tuanmu makan. Sekarang eranya perbudakan modern, Unifers. Jadi kalau kamu menerima perlakuan seperti itu, segeralah untuk menolak.

Alasannya masuk akal, tidak boleh ada orang lain yang memegang kuasa atas dirimu. Semua orang harus punya kesempatan menjadi dirinya, bukan menjadi budak yang diperintah oleh si tuan untuk balas budi atau karena takut digebuki seperti gambaran perbudakan tempo dulu. Jadi berhati-hatilah, Unifers. Dari banyak hal baik di muka bumi ini, kadang hal buruk datang pada kita tanpa pertanda.


TAG

Tinggalkan Komentar