Tulis & Tekan Enter
Logo
images

MENJADI BAHAGIA DALAM 4 LANGKAH SEDERHANA

Penulis: Nurul Fadhillah S.

Unifers, setiap manusia tentu selalu ingin merasakan kebahagiaan dalam hidupnya dan seminimal mungkin menghindari yang namanya kesakitan. Meski begitu, kesakitan adalah sesuatu yang melekat. Bak dua sisi mata koin, di mana ada bahagia, di situ akan ada kesakitan dan luka.

Tidak jarang berbagai hal pun dilakukan untuk menemukan kebahagiaan. Sebagian yang kalap, mungkin memilih menemukan kebahagiaannya lewat minum-minuman keras, berpesta pora, bahkan mengonsumsi NAPSA. Padahal sebenarnya jika ingin ditelusuri lebih lanjut, ada kok beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk membahagiakan dirimu.

Pada artikel kali ini kami akan memberikanmu beberapa tips yang bisa kamu lakukan guna menemukan kebahagiaan dengan cara yang tidak menyimpang dan merugikan dirimu sendiri. Kamu boleh melakukan semuanya, kamu pun boleh memilih yang ingin kamu lakukan saja. Unifers, pilihan tentu ada di tanganmu. Selamat membaca.

1. Lakukan Sesuatu yang Kamu Senangi

Tips pertama adalah cobalah untuk melakukan hal yang kamu senangi. Ketika kamu dalam kekalutan dan kesedihan, bagaimana kalau kamu mulai mengatasinya dengan melakukan hobimu. Misal, kamu senang membaca novel. Maka, ayo lakukan itu lagi.

Koleksimu sudah habis? Maka waktunya bepergian keluar dan menemukan bacaan-bacaan baru. Bertemu dengan orang-orang baru. Kasir toko buku mungkin akan mengajakmu berbincang sembari dia menyelesaikan pesananmu. Kamu mungkin akan bertegur sapa dengan bapak parkiran yang menjaga motormu.

Kalau kamu suka memasak, maka ini waktu yang tepat untukmu melakukannya lagi. Temukan resep-resep baru di Youtube bersama bunda-bunda kekinian. Kamu bisa membuat makanan asin, berat, atau sesederhana deesert box atau cake jar. Sesuai bahan yang kamu punya saja. Kalau harus keluar membelinya, ayo keluar. Kamu akan bertemu dengan orang-orang baru dan tidak jarang, kebahagiaan justru muncul dari orang-orang asing yang tidak pernah kita temui sebelumnya.

2. Bercengkramalah dengan Manusia Lain

Bahagia ternyata juga bisa muncul dari obrolan-obrolan hangat bersama seseorang. Kalau kamu sedang bimbang, jangan ragu untuk mengunjungi seseorang. Kalau bosan dengan sahabatmu, cobalah untuk mengunjungi teman lama yang jarang berjumpa.

Hubungi mereka, janjian, dan saling bertukar pikiran. Jika tidak, seperti akhir dari poin pertama tadi, secara acak temukan saja orang yang ingin kamu ajak bercerita. Misalnya ban motormu kempes, kamu akhirnya harus menambal dan karena sepi, kamu mulai mengajak bapak tambal ban itu ngobrol. Bisa kok, tidak masalah. Menarik jika ternyata bapaknya asyik. Kalau mau, kamu pun bisa memesan ojek online untuk membawamu ke tempat-tempat baru. Sepanjang jalan, cobalah mengajak drivermu ngobrol. Percaya pada kami, akan ada sesuatu baru yang kamu temukan.

3. Berhenti Melihat Kehidupan Orang Lain dan Membandingkannya Denganmu

Biasanya kamu juga menjadi tidak bahagia karena kamu sibuk melihat kehidupan orang yang kamu anggap berada jauh di atasmu. Kamu sibuk menakar alasan mengapa kamu tidak bisa seperti hidup orang tersebut. Padahal biasanya lebih sering menyaksikan hidup orang lain lewat media sosialnya saja.

Dan padahal lagi kamu tau social media is fake. Tidak semua yang mereka tampilkan adalah apa yang mereka alami. Beberapa hal perlu di setting biar semua orang, sepertimu, menyukai kontennya. Semua yang kamu lihat adalah bagaimana orang lain merekam keberhasilan dalam hidup mereka. Tidak pernah bukan, kamu melihat mereka merekam kekecewaannya atau kegagalannya?

Kamu selama ini mungkin cuma terlalu fokus melihat mahasiswa yang kuliah di kampus bergengsi, jurusan terfavorit, berwajah cantik, bermobil bagus, dan punya circle harmonis. Setelah melihat apa yang kamu dapatkan? Memotivasimu? Menjadi apa? Menjadi secantik, sekaya, dan sepintar dirinya? Sayangnya, Unifers, ketika memilih melihat hidup orang lain, banyak dari kita akan membandingkan diri dan berefek negatif. Ujung-ujungnya, kamu lupa menggali potensimu juga.

4. Perbanyak “Membaca” Sekitar

Kami mengutip kata membaca karena kami ingin memberitahumu bahwa membaca tidak hanya selalu berpatokan pada sebuah buku atau jurnal. Aktivitas membaca bisa dilakukan di mana saja, oleh siapa saja. Kamu bisa belajar membaca bagaimana hidup bekerja lewat aktivitasmu sehari-hari. Kamu bisa belajar membaca bagaimana kamu ketika menghadapi sebuah masalah. Kamu bisa belajar membaca kehidupan orang lain di media sosial, bahwa mereka hanya sedang menampilkan apa yang mereka ingin kita sebagai penonton ini melihatnya. Kamu bisa belajar menghargai dirimu sendiri.

Ketika banyak membaca, kamu akan menemukan sudut pandang baru. Sudut pandang ini bisa menjadi bekalmu untuk lebih baik lagi menjalani hidup. Menerima dan menyadari jika tidak selamanya orang bisa bahagia, dan tentu saja itu tidak masalah. Memahami jika tidak melulu soal bahagia yang dikejar dalam hidup, tapi juga soal bagaimana mengelola dan menghadapi masalah.

Selamat mencoba!


TAG

Tinggalkan Komentar