PELAJARAN HIDUP YANG TIDAK SENGAJA KAMU TEMUKAN SAAT MENJADI MAHASISWA

...

Penulis: Nurul Fadhillah S.

Masa-masa menjadi mahasiswa di sebuah perguruan tinggi akan selalu menyisahkan cerita yang menarik buat kamu kenang nanti di masa tua. Saat minum teh bersama pasangan, saat menunggu anak pulang sekolah, atau saat secara tidak sadar bersinggungan dengan hal-hal yang menarik ingatanmu mundur di kala kamu sedang aktif-aktifnya kuliah.

Nah, tahukah kamu, kalau ternyata bukan hanya ilmu yang bisa kamu dapatkan dari banyaknya mata kuliah di bangku perkuliahan, tetapi juga kenyataan bahwa kamu secara tidak sengaja akan mendapatkan berbagai pengalaman. Pengalaman-pengalaman ini nantinya mampu menjadi peganganmu untuk bertahan hidup, setidaknya kamu tidak kaget lagi jika menghadapi banyak hal yang ternyata berbeda dari ekspektasi awalmu.

Berikut kami beri sedikit gambaran tentang pelajaran hidup yang kami maksudkan di awal. Semoga beberapa poin serta penjabarannya ini mampu mengubah sudut pandangmu tentang “berkuliah hanya untuk mendapatkan ijazah”. Unifers, disimak sampai selesai ya.

Memahami Kalau Setiap Orang Punya Karakter Berbeda 

Ketika kamu memasuki dunia perkuliahan, kamu akan dipaksa bertemu dengan banyak orang dengan berbagai latar belakang daerah, agama, bahkan karakter. Beberapa dari mereka akan menjadi teman dekatmu dan beberapa lainnya hanya menjadi teman biasamu. Teman dekatmu ini tentu juga memiliki karakternya sendiri-sendiri.

Apa yang harus kamu pahami adalah bahwa, setiap orang punya warna berbeda. Semenyenangkan apa pun mereka hari ini, konflik dan permasalahan denganmu tentu tidak bisa dihindari. Kamu tidak boleh memaksakan kehendakmu pada mereka. Misal, mereka sedang menghadapi masalah dan sedang tidak ingin menceritakannya denganmu. Hal ini membuatmu kesal karena biasanya kamu senang menceritakan masalah apa saja dengan temanmu ini. Nah, kamu tidak boleh ya memaksanya untuk melakukan tindakan sepertimu. Pahamilah kalau setiap orang punya cara berbeda dalam mengelola dan menyelesaikan masalahnya.

Tidak Menaruh Harapan Lebih Pada Orang Lain

Kamu mungkin sudah mendengar istilah expectation kills you, bukan? Ya, ekspektasi akan dan mampu membunuh semua orang bila itu tidak menjadi kenyataan. Nah, ini adalah pelajaran kedua yang bisa kamu ambil saat menjalani perkuliahan. 

Menaruh harapan pada orang lain hanya akan membuatmu binasa. Mulai sekarang, sebaiknya cobalah membagi dua perasaanmu. Pun jika apa yang kamu harapkan itu terjadi, berarti kamu sedang beruntung. Sebaliknya, kalau harapanmu terhadap orang lain mustahil terjadi, kamu pun paham bahwa kadang semua hal berjalan di luar kehendak kita dan itu tidak masalah.

Mengandalkan Diri Sendiri

Mengandalkan diri sendiri adalah sebaik-baiknya hal yang bisa kamu lakukan setelah memahami kedua poin di atas. Sebab tidak ada yang bisa memenuhi ekspektasimu kalau bukan kamu sendiri. Menjadi mahasiswa akan membuatmu sadar, untuk banyak hal, mengandalkan diri sendiri menjadi suatu keharusan.

Kamu tidak perlu takut berjalan sendirian melintasi gerombolan kakak tingkat, karena kamu tidak selalu harus bergandengan bersama teman-temanmu. Kamu tidak perlu merasa insecure saat melihat orang lain bisa dan kamu tidak, karena kamu pun bisa melakukan sesuatu yang tidak dilakukan orang lain. Tugasmu saat ini hanyalah menemukannya.

Tepat Waktu adalah Segalanya

Pada negara tetangga seperti Jepang, tepat waktu adalah segalanya. Setiap orang dinilai karakternya dari cara mereka menghargai waktu. Ketika mereka menghargai waktu, mereka sama saja menghargai orang lain. Kamu masih ingat kan, kalau waktu adalah uang? Jadi menyita atau menghabiskan waktu orang lain sama saja dengan kamu menyita kesempatannya untuk mendapatkan uang.

Saat menjadi mahasiswa, hargailah yang namanya waktu. Kalau kamu janjian sama seseorang dan tidak bisa datang tepat waktu sesuai yang semula kalian bicarakan, kabari mereka secepatnya. Jangan lupa memberikan alasan masuk akal agar mereka mengerti mengapa kamu bisa terlambat. Sekali lagi, kalau kamu janjian pukul 10 pagi, misalnya, datanglah pukul 9.50 agar sebisa mungkin tidak membuat orang lain menunggu.

Tidak Apa-Apa Menjadi Tidak Baik-Baik Saja

Selain menghadapi banyak karakter orang, kamu juga harus merasakan banyak emosi dalam hidup. Kata seorang psikolog, manusia itu harus merasakan banyak emosi. Mulai dari marah, sedih, kecewa, bahagia, terluka, dan sebagainya. Jadi kalau besok-besok ada sesuatu yang membuatmu emosi, jangan takut. Kamu tidak salah merasakan emosi tersebut.

Hanya selanjutnya yang harus kamu pikirkan adalah proses penyaluran emosi tersebut. Para beberapa orang, berteriak di mobil, kamar mandi, atau tempat asing menjadi sebuah solusi. Sisanya memilih cara yang berbeda. Jangan khawatir. Tidak apa-apa menjadi tidak baik-baik saja.

Leave Comment

@UniVfajar

Press ESC to close