Tulis & Tekan Enter
Logo
images

PRAMUKA DAN INGATAN-INGATAN YANG KITA BAWA PULANG

Penulis: Nurul Fadhillah S.

Selamat Hari Pramuka, Unifers. Hari ini genap 60 tahun kiprah Gerakan Pramuka di Indonesia. Sedikit bercerita tentang sejarahnya, gerakan pramuka dibentuk berlandaskan pada Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka. Lalu, kemudian mulai tanggal 14 Agustus, Hari Pramuka mulai ditetapkan berdasarkan Hari Pelantikan Ketua Majelis Pimpinan Nasional Gerakan Pramuka. Meski baru ditetapkan pada 14 Agustus 1961, tapi sesungguhnya gerakan kepanduan ini sudah ada di Indonesia jauh sebelum kemerdekaan. Organisasi Pramuka masuk ke Indonesia pada masa penjajahan Belanda, berawal dari munculnya cabang milik Belanda, yaitu Nederlandesche Padvinders Organisatie (NPO) pada tahun 1912.

Banyak diantara kita yang waktu sekolah mungkin memilih Pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib. Maka, lewat Hari Pramuka ini, mari kita coba mengingat kembali kenangan-kenangan apa sih yang kita punya saat mengikuti kegiatan pramuka.

Harus Selalu Setor SKU

Masih ingatkah kamu, dulu kita punya buku kecil sakti yang wajib selalu ada di saku kita. Buku sakti itu kita kenal sebagai SKU atau Surat Kecakapan Umum. Di dalamnya ada banyak materi yang harus kita kuasai untuk membuktikan diri sebagai anak pramuka sejati. Mulai dari menghapal UUD 1945, Pancasila, Tri Satya, Dasa Darma, dan masih banyak lagi. Kita wajib selalu aktif dan rajin untuk menghapal materi lalu menyetorkannya kepada Pembina. Kegiatan menghapal ini loh yang justru bikin kita sering kesal karena banyak sekali. Dan jika ketinggalan satu poin saja, maka kita akan gagal untuk naik tingkat.

Latihan Setiap Minggu

Setiap akhir pekan kita akan ke sekolah untuk latihan rutin baris-berbaris, tali-temali, membaca sandi dan arah angin, lagu-lagu, dan tepuk-tepuk. Latihan baris-berbaris adalah latihan yang paling sering dilakukan dan apapun kondisinya latihan harus tetap berjalan. Tidak kenal panas terik, hujan gerimis, anggota pramuka harus tetap berdiri tegap di lapangan. Meski terdengar sepele, tapi rupanya baris-berbaris ini mampu melatih konsentrasi kita. Sebagai anggota yang dilatih untuk tahan banting dan tahan segala cuaca, kaki pegal dan baju berkeringat sudah menjadi hal biasa. Dan momen yang paling ditunggu tentu saja adalah perintah bubar jalan dari pimpinan regu. Hehe..

Berkemah dan Bertualang

Kegiatan di alam bebas merupakan kegiatan yang paling ditunggu-tunggu setelah berminggu-minggu mengikuti latihan. Saat berkemah kita akan punya rangkaian kegiatan dari bangun tidur sampai bersiap tidur lagi. Biasanya kita akan menyusuri tempat-tempat ekstrem, melewati jembatan gantung, menyusuri hutan dengan bermodalkan kompas, dan menghindari jebakan-jebakan.

Untuk bisa menyelesaikan jelajah, kita harus melewati pos-pos yang dijaga oleh anggota-anggota senior. Kita akan dibuat beregu dan bergantian melapor dari pos satu ke pos lainnya. Tidak jarang saat melapor, kita sering dikerjai oleh anggota yang berjaga. Mulai dari disuruh berguling-guling di tanah—kalau lagi beruntung biasanya bergulingnya di tanah yang kering, tapi kalau lagi sial ya berguling di atas lumpur atau tahi sapi. Disuruh telentang dan meludahi bintang—yang kita tahu itu berarti ludah kita akan jatuh ke muka sendiri. Dan disuruh mengemut permen yang sebelumnya sudah digilir dari mulut ke mulut. Katanya, itu berguna untuk melatih mental dan kesabaran. Meski kita tahu itu menjijikkan, tapi kita tidak punya daya untuk menolak karena senior lebih galak.

Setelah seharian menjelajah, di malam hari kita akan berkumpul dan duduk mengelilingi api unggun. Api unggun ini adalah hiburan setelah seharian kita disuruh macam-macam. Lewat kegiatan api unggun ini kita akan jadi merasa lebih akrab antar sesama anggota. Biasanya, senior akan memberikan kita kesempatan untuk “balas dendam” karena seharian sudah dikerjai.

Kegiatan berkemah ini adalah kegiatan dari pramuka yang paling kuat di ingatan dan akan selalu dikenang. Banyak momen yang terjadi di sana dan akan membuat kita senyum-senyum sendiri saat mengingatnya.

Tidak semua dari kita mungkin melanjutkan pramuka sampai sekarang, tapi ingatan pernah terlibat di dalamnya akan selalu ada di kepala. Salam Pramuka!


TAG

Tinggalkan Komentar