Tulis & Tekan Enter
Logo
images

SEKARANG OKSIGEN MENJADI LANGKA, KOK BISA

Penulis: Nurul Fadhillah S.

Hari ini, tepatnya 247 tahun yang lalu, seorang Joseph Prietsley menemukan penyambung hidup manusia bernama oksigen. Tahukah kamu, Unifers, kalau oksigen merupakan elemen krusial bagi semua makhluk hidup. Tidak terbatas pada manusia saja. Pada hewan, oksigen tidak bisa disimpan sebagai cadangan seperti makanan. Ia adalah sesuatu yang selalu akan dibutuhkan ketika seorang makhluk hidup ingin bertahan.

Masih lekat tentu saja diingatan kita, bagaimana di sebuah rumah sakit besar di Yogyakarta mengalami malam petaka 3 hingga 4 Juli 2021. Seperti yang dimuat dalam laporan Tirto.id, sebanyak 63 pasien meninggal hanya dalam waktu 24 jam karena tabung oksigen yang langka. Kejadian ini tentu saja tidak hanya di Inodnesia. Brazil dan Indona pun mengalami hal yang sama terlebih dahulu. Antrian di depot-depot pengisian oksigen menjadi hal yang biasa di sana, dan sekarang di sini.

Lahirnya Kata “Oxygen”

Sebelum nama Joseph muncul, seorang ilmuan bernama Philo melakukan sebuah eksperimen gelas dan lilin yang terkenal. Pada masa inilah kemudian manusia meyakini di bumi yang mereka tinggali, setiap benda padat dibentuk dari 4 elemen penting, yaitu tanah, api, air, dan udara. Gagasan ini lantas dibantah oleh Joseph.

Merujuk pada American Chemical Society, Joseph digambarkan sebagai peneliti produktif yang terkenal pula dalam filsafat. Ia menemukan air berkarbonasi dan penghapus karet. Ia mengidentifikasi selusin senyawa kimia utama dan menulis makalah awal yang penting tentang listrik.

Joseph lantas memulai serangkaian eksperimennya dengan menganalisis sifat-sifat udara. Eksperimen ini menghasilkan simpulan bahwa udara bukanlah elemen dasar, melainkan komposisi berbagai macam gas yang disebut “dephologisticated air”. Tiga tahun setelahnya, Antonie melakukan percobaan pembakaran dan menamainya dengan “udara vital” yang disebut oxygene. Erasmus hadir pada 1791 dan mempopulerkan kata oxygen sebagi puisi dalam bukunya The Botanical Garden.

Oksigen Menjadi Rebutan dan Menjadi Langka

Kamu pasti paham kondisi apa yang saat ini sedang kita alami, Unifers. Covid ini semakin memperjelas beberapa hal, kita berhasil belajar banyak hal pula. Menurut WHO, kebanyakan pasien Covid ini mengembangkan penyakit ringan, tetapi ada dari 14% di antara mereka yang perkembangan penyakitnya parah dan memerlukan rawat inap serta disokong oleh oksigen.

Virus Corona ini berkaitan dnegan ACE-2 yang ada di paru-paru manusia. Seperti dilansir dalam Apollo 247, virus ini menginfeksi sel epitel yang melapisi saluran pernapasan. Padahal saluran pernapasan itu berguna melindungi napas dari pathogen atau bakteri dan infeksi. Saat sel tersebut sudah terinfeksi, serangkaian perubahan akan terjadi dalam tubuh, termasuk gangguan pertukaran oksigen dan karbon dioksida di elveoli (kantong kecil di paru-paru).

Hal tersebut membuat seorang pasien covid akan kesulitan bernapas normal, saturasi akan terus menerus turun, dan akhirnya terapi oksigenlah yang mereka butuhkan. Sayangnya, banyak pasien yang membutuhkan oksigen hari ini dan pasokan di rumah sakit sangat terbatas.

Kalau kamu baca di beberapa media daring, kamu akan melihat betapa keluarga pasien covid mengantri berjam-jam di depan depot isi ulang tabung oksigen. Sebab oksigen adalah hal vital yang mereka butuhkan saat napas sudah semakin berat. Apabila kerja paru-paru terganggu, kerja organ tubuh yang vital seperti jantung pun akan menurun.

Di beberapa marketplace yang sering menawari kalian untuk berutang dengan istilah pay later-nya banyak ditemukan orang-orang yang menjual oksigen dengan haga fantastis. Semakin terlihatlah kesenjangan ekonomi di sini. Mereka yang punya uang lebih atau yang bisa mengusahakan uang lebih akan membelinya tentu saja. Sementara mereka yang juga membutuhkan tapi tidak punya uang sebanyak itu, tidak mampu membeli dan tinggal berserah diri dengan menelan kepahitan melihat keluarga mereka sesak. Berharap rumah sakit berbaik hati memberikan tabung oksigen gratis sebagaimana mestinya.

Terakhir, Tolong Jaga Diri

Kita sudah sampai di akhir bahasan ini. Unifers, kencangkan lagi tali masker. Jangan lupa untuk men-double nya menjadi masker medis dan kain demi risiko penularan yang lebih minim. Tetaplah di rumah jika tidak ada hal penting yang membuatmu keluar. Jaga diri dan jaga keluarga kita dari pandemi. Sembari berdo’a, ini hanya mimpi buruk dan kita akan segera terbangun.


TAG

Tinggalkan Komentar